Info Negara – Kongres ke-8 Indonesian Diaspora Network (IDN) Global resmi digelar di jantung ibu kota baru Indonesia, menghadirkan lebih dari 200 diaspora dari lima benua sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi pembangunan kota masa depan.
Acara ini bukan sekadar pertemuan tahunan, melainkan simbol kuat komitmen diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk turut serta membangun IKN sebagai pusat peradaban baru yang berkelanjutan, inklusif, dan berwawasan global.
Dukungan Diaspora untuk Pembangunan Jangka Panjang IKN
Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menegaskan bahwa pemilihan IKN sebagai tuan rumah kongres merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi diaspora dalam pembangunan nasional.
“Pemindahan ibu kota adalah konsensus nasional. Kongres ini menjadi bagian dari kontribusi diaspora untuk memastikan arah pembangunan tetap berkelanjutan, meski terjadi perubahan kepemimpinan,” ujar Sulistyawan.

Baca Juga: Otorita IKN Diadukan ke DPR Dituding Abai terhadap Perusakan Lingkungan di Ibu Kota Baru
Agenda Lintas Budaya dan Komitmen Lingkungan
Beberapa agenda unggulan meliputi:
-
Penanaman Pohon: Sebagai simbol komitmen penghijauan IKN, diaspora akan menanam ratusan pohon endemik Kalimantan.
-
Eco Fashion Nusantara: Sebuah pertunjukan busana berkelanjutan yang melibatkan desainer lokal dan internasional, dengan bahan ramah lingkungan.
-
Program Desa Digital: Inisiatif pemberdayaan masyarakat lokal melalui teknologi digital untuk mendukung ekonomi kreatif.
Menariknya, sejumlah warga negara asing turut berpartisipasi, termasuk sebagai model dalam peragaan busana ramah lingkungan.
“Kami ingin memperkuat citra IKN sebagai kota hutan yang modern, inklusif, dan berbasis kolaborasi global. Ini adalah momen bagi diaspora untuk berkontribusi langsung,” ujarnya.
Sinergi dengan Otorita IKN dan Dukungan Pemerintah
Kongres ini mendapat sambutan positif dari Otorita IKN. Alimudin, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, menyatakan bahwa acara ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara diaspora dan masyarakat lokal.
“Pilihan diaspora menyelenggarakan kongres di IKN adalah pengakuan atas potensi dan nilai strategis ibu kota baru. Ini bukan hanya proyek fisik, tapi ruang kolaborasi antarbangsa,” jelas Alimudin.
Dukungan juga datang dari sejumlah duta besar dan konsul jenderal RI di berbagai negara.
















