Prabowo Batal Lantik Lulusan IPDN, Fokus Sambut PM Malaysia untuk Pertemuan Strategis di Jakarta
Info Negara- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan melantik lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, pada Senin pagi. Namun, rencana tersebut dibatalkan secara mendadak karena Presiden Prabowo harus mempersiapkan diri menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang tiba di Jakarta pada Senin sore.
Informasi pembatalan ini dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, yang menyampaikan bahwa agenda kenegaraan yang sangat penting tidak bisa ditinggalkan. “Iya, batal. Presiden akan melakukan pertemuan penting dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim sore ini di Jakarta. Tentu memerlukan waktu dan persiapan khusus untuk pertemuan tersebut,” kata Bima Arya dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Baca Juga : Palestina Diakui Prancis, Indonesia Saatnya Dunia Bangkit Bela Keadilan
IPDN Tanpa Kehadiran Presiden, Arahan Akan Disampaikan Wakil Menteri
Meski Presiden tidak hadir secara langsung di Jatinangor, prosesi pelantikan Pamong Praja Muda IPDN tetap berlangsung dengan khidmat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menggantikan Presiden dalam menyampaikan sambutan serta pesan kepada lulusan IPDN. Acara ini tetap menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang akan mengabdi sebagai aparatur sipil negara di berbagai daerah.
Para lulusan IPDN angkatan XXXII sempat menyiapkan diri menyambut langsung Presiden, namun mereka tetap antusias mengikuti rangkaian pelantikan meskipun Presiden tidak dapat hadir karena agenda internasional yang mendesak.
Pertemuan Strategis Indonesia–Malaysia Digelar di Jakarta
Sementara itu, di Jakarta, Presiden Prabowo bersiap menerima kedatangan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang berkunjung ke Indonesia dalam rangka Konsultasi Tahunan ke-13 antara kedua negara. Pertemuan dua pemimpin ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 28–29 Juli 2025, dengan sejumlah agenda penting menyangkut kerja sama bilateral, regional, hingga isu global.
Dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra), konsultasi tahunan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Malaysia.
Empat Nota Kesepahaman Akan Ditandatangani
Salah satu agenda penting dari kunjungan ini adalah penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Malaysia.
Isu Ambalat dan Kerja Sama Ekonomi Bersama
Dalam pertemuan sebelumnya di Istana Merdeka pada 27 Juni 2025, Prabowo dan Anwar juga telah membahas sejumlah isu bilateral yang sensitif, salah satunya adalah wilayah Ambalat, yang selama ini menjadi wilayah perbatasan yang rawan sengketa. Namun, kedua pemimpin mengambil pendekatan positif.
“Kita sepakat bahwa, sambil menyelesaikan masalah-masalah hukum yang ada, kita bisa memulai kerja sama ekonomi bersama, yang disebut joint development. Apapun yang ditemukan di laut itu, akan kita eksploitasi bersama-sama,” jelas Prabowo dalam konferensi pers bersama Anwar Ibrahim.
Menyeimbangkan Kepentingan Nasional dan Internasional
Pembatalan kehadiran Presiden Prabowo di IPDN menunjukkan bagaimana pemimpin negara harus mampu menyeimbangkan kepentingan nasional dan internasional. Di satu sisi, IPDN merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin birokrasi Indonesia. Di sisi lain, diplomasi dengan negara tetangga seperti Malaysia juga memiliki dampak besar terhadap kestabilan kawasan dan pembangunan nasional.
















