Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Prabowo Subianto Pimpin Doa di Lubang Buaya, Hening Cipta untuk Pahlawan Revolusi

cek disini

Perdana, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Info Negara- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sejak resmi menjabat sebagai Kepala Negara. Upacara digelar penuh khidmat di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2025).

Momentum bersejarah ini menjadi penanda penting perjalanan bangsa, sekaligus pengingat bahwa Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara di tengah tantangan zaman.

Suasana Khidmat di Monumen Pancasila Sakti

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming serta jajaran pejabat tinggi negara. Setibanya di Monumen Pancasila Sakti, Presiden menerima laporan dari Perwira Upacara Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.

Rangkaian upacara diawali dengan salam kebangsaan dan penghormatan kebesaran, sebelum laporan Komandan Upacara Kolonel Pnb Muhamad Amry Taufanny diberikan kepada Presiden Prabowo selaku inspektur upacara.

Dalam keheningan yang penuh makna, Presiden memimpin seluruh peserta untuk mengheningkan cipta. Ia mengajak bangsa Indonesia merenungkan kembali jasa para pahlawan revolusi yang gugur demi mempertahankan Pancasila dan keutuhan Republik.

“Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan revolusi dan para pendahulu kita yang telah berkorban untuk kedaulatan, kehormatan, dan kemerdekaan bangsa Indonesia, serta mempertahankan Pancasila,” tutur Presiden Prabowo dengan suara bergetar, disambut hening ribuan peserta upacara.

Prabowo Subianto Pimpin Doa di Lubang Buaya, Hening Cipta untuk Pahlawan Revolusi
Prabowo Subianto Pimpin Doa di Lubang Buaya, Hening Cipta untuk Pahlawan Revolusi

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Enam Langkah Baru Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Pembacaan Teks Kenegaraan

Upacara semakin khidmat ketika Ketua MPR Ahmad Muzani membacakan teks Pancasila. Selanjutnya, Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai membacakan Pembukaan UUD 1945, disusul Ketua DPR Puan Maharani yang membacakan sekaligus menandatangani naskah ikrar.

Sebagai penutup, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa bersama, memohon kekuatan bagi bangsa untuk terus menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Diplomat Asing

Upacara peringatan ini juga dihadiri para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga tinggi negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya Hari Kesaktian Pancasila, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai refleksi kebangsaan yang memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa.

Bagi Presiden Prabowo, upacara ini bukan hanya menjalankan tradisi kenegaraan, melainkan juga pesan moral bagi seluruh rakyat. Pancasila, menurutnya, adalah perekat kebangsaan yang mampu menjaga Indonesia tetap utuh di tengah keberagaman.

Napak Tilas di Lubang Buaya

Usai upacara, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran, sejumlah menteri, dan para tamu undangan meninjau lokasi bersejarah Lubang Buaya. Di tempat inilah, tujuh Pahlawan Revolusi gugur dalam peristiwa kelam G30S.

Presiden terlihat khusyuk saat memanjatkan doa di hadapan sumur tua yang menjadi saksi bisu tragedi tersebut. Dengan langkah perlahan, ia menyusuri area monumen, sembari mendengarkan penjelasan sejarah dari pengelola lokasi.

“Tempat ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa persatuan bangsa harus dijaga dengan segenap jiwa dan raga. Jangan sampai perpecahan dan pengkhianatan kembali merusak negeri ini,” ucap Presiden.

Makna Hari Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 menjadi momen refleksi sekaligus penguatan komitmen nasional. Peringatan ini meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah ideologi final bangsa, yang wajib diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan kepemimpinan baru Presiden Prabowo, semangat menjaga Pancasila diharapkan semakin kuat. Pemerintah menegaskan akan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan, baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, maupun pertahanan.

telkomsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *