Prabowo Dorong GovTech dan Gen Bank: Pertanian Indonesia Harus Berbasis Sains
Info Negara- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penerapan teknologi dalam tata kelola pemerintahan maupun sektor pertanian di Tanah Air. Menurutnya, masa depan pertanian Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada cara lama, melainkan harus ditopang oleh rangkaian riset modern dan pengelolaan berbasis sains.
Hal ini disampaikan setelah Presiden menerima laporan langsung dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, terkait progres implementasi government technology (GovTech) serta rencana pembangunan gen bank untuk menjaga plasma nutfah Indonesia.

Baca Juga : Presiden Prabowo Targetkan 500 Rumah Sakit Baru
GovTech, Wujud Transformasi Digital Pemerintahan
Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/8/2025), Luhut menjelaskan bahwa Presiden menyambut positif langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk membangun sistem pemerintahan berbasis teknologi.
“Presiden sangat senang bahwa progres dari pada GovTech itu bisa berjalan dengan baik. Kita sudah kick off kemarin, dan beliau mendukung penuh semua usulan maupun penjelasan dari tim,” kata Luhut.
Sebagai tahap awal, pilot project GovTech akan dilakukan di Banyuwangi pada akhir September 2025, sebelum nantinya diluncurkan secara nasional pada tahun 2026.
Melalui GovTech, berbagai layanan pemerintah akan lebih terintegrasi dan efisien. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyaluran program bantuan sosial (bansos).
Gen Bank, Penjaga Plasma Nutfah Indonesia
Selain berbicara soal GovTech, Luhut juga menyampaikan laporan mengenai pentingnya genome sequencing dan pembangunan gen bank untuk memperkuat sektor pertanian.
Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan mega-biodiversitas memiliki potensi luar biasa dalam hal sumber daya hayati. Namun, tanpa perlindungan dan riset serius, kekayaan genetik ini bisa terancam hilang.
Direktur Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura Indonesia, Sri Fatmawati, menegaskan bahwa pembangunan gen bank menjadi kebutuhan mendesak. Melalui gen bank, berbagai plasma nutfah—baik untuk bibit unggul pertanian, tanaman herbal, maupun hortikultura—dapat dikembangkan sekaligus dijaga keberlangsungannya.
“Sebagai negara dengan biodiversitas yang sangat tinggi, Indonesia harus memiliki gen bank. Dan Bapak Presiden sangat mendukung agar plasma nutfah kita dilestarikan,” ujar Sri Fatmawati.
Pekerjaan Besar Anak Bangsa
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan gen bank harus melibatkan anak-anak bangsa sendiri.
Dengan dukungan penuh Presiden, langkah menuju pertanian modern berbasis sains diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat biodiversitas dunia.
















