Info Negara – Menhan Sjafrie Pimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan dan TNI 2026 untuk menyelaraskan kebijakan dan strategi pertahanan nasional. Rapim ini berlangsung di kantor Kemhan dengan dihadiri seluruh pejabat tinggi, pimpinan matra TNI, dan pejabat eselon satu kementerian terkait.

Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya sinergi antara Kemhan dan TNI dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang adaptif terhadap dinamika keamanan regional dan global. Ia meminta setiap satuan memastikan strategi pertahanan selaras dengan tujuan nasional, anggaran, serta kapabilitas yang tersedia.
Baca Juga : Jemaah Haji Asal Indonesia Rentan Alami Stres Akibat Perubahan Lingkungan
Rapat ini membahas sejumlah isu strategis, termasuk modernisasi alutsista, peningkatan kemampuan personel, dan optimalisasi sistem pertahanan siber. Peserta rapim juga meninjau rencana latihan gabungan, kerja sama internasional, serta mitigasi ancaman non-tradisional yang kian kompleks.
Selain itu, Menhan Sjafrie menekankan evaluasi program-program yang telah berjalan. Ia meminta laporan capaian dan kendala dari setiap pimpinan satuan, agar setiap kebijakan bisa diperbaiki dan hasilnya maksimal. Rapim ini menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi antara Kemhan dan TNI.
Menhan Sjafrie Pimpin rapim dengan tegas dan terstruktur, memastikan setiap usulan strategi mendapat perhatian dan tindak lanjut. Ia menekankan bahwa pertahanan nasional harus mengedepankan kesiapsiagaan, efektifitas, dan efisiensi sumber daya, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan dan masyarakat.
Melalui rapim ini, Kemhan dan TNI menegaskan komitmen membangun sistem pertahanan yang modern, tangguh, dan responsif terhadap setiap ancaman. Penekanan Menhan Sjafrie pada penyelarasan kebijakan dan strategi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Rapat pimpinan ini juga menegaskan pentingnya peran koordinasi antar lembaga, kesiapan personel, dan inovasi teknologi pertahanan. Hasil rapim diharapkan langsung diterapkan di seluruh jajaran Kemhan dan TNI untuk mencapai pertahanan nasional yang profesional dan berdaya saing.
















