Info Negara – Campak lebih menular dibandingkan COVID-19, demikian disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia menjelaskan bahwa satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lain, terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Dalam penjelasannya, campak termasuk penyakit yang sangat mudah menyebar melalui udara. Virus dapat berpindah saat penderita batuk atau bersin, kemudian bertahan di udara maupun permukaan dalam waktu tertentu. Kondisi ini membuat risiko penularan menjadi sangat tinggi, terutama di tempat dengan kepadatan penduduk.
Baca Juga : Menpora Erick Thohir Teken MoU Atlet Mahasiswa
Sebagai perbandingan, tingkat penularan COVID-19 cenderung lebih rendah dibandingkan campak, meskipun tetap berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan penyakit campak.
Campak lebih menular dan dapat berdampak serius, terutama pada anak-anak. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi, ruam kulit, batuk, serta mata merah. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, hingga gangguan pada otak.
Pemerintah terus mendorong program imunisasi sebagai langkah utama pencegahan. Vaksin campak terbukti efektif dalam melindungi individu sekaligus membentuk kekebalan kelompok. Menkes mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Selain imunisasi, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala. Dengan langkah pencegahan yang tepat, penyebaran campak dapat dikendalikan dan risiko wabah dapat diminimalkan.
Pernyataan bahwa campak lebih menular menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam melindungi kesehatan publik dari penyakit menular.
















