Presiden Prabowo Sambut Tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka, Bahas Masa Depan Indonesia
Info Negara- Suasana Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/9/2025), terasa hangat ketika Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran tokoh-tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat moral yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa. Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka, menghadirkan semangat kebersamaan untuk menjaga demokrasi, merawat persatuan, dan merancang masa depan Indonesia yang lebih baik.
Tokoh Lintas Agama dan Profesi Hadir
Pertemuan ini dihadiri oleh 16 tokoh nasional yang dikenal aktif menyuarakan pesan moral dan kebangsaan. Di antaranya:
-
Sinta Nuriyah Wahid – tokoh perempuan dan istri Presiden ke-4 RI,
-
Quraish Shihab – ulama dan cendekiawan Islam,
-
Pdt. Gomar Gultom – Ketua Umum PGI,
-
Romo Franz Magnis-Suseno – filsuf dan budayawan,
-
Omi K. Nurcholis Majid – tokoh pemikir Islam,
-
Lukman Hakim Saifuddin – mantan Menteri Agama,

Baca Juga : Presiden Prabowo Percepat Program Prioritas untuk Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
-
Erry Riyana Hardjapamekas – mantan pimpinan KPK,
-
Alissa Wahid – aktivis sosial,
-
Komaruddin Hidayat – akademisi dan rektor,
-
Francisia SS Seda, Laode M. Syarif, Hong Thin, Kamaruddin Amin,
-
Bikku Dhanmasubho Mahathera, Pdt. RD Aloys Budi Purnomo, dan
-
Uskup Antonius S. Bunjamin.
Keberagaman latar belakang para tokoh ini mencerminkan semangat inklusivitas dalam merawat persaudaraan nasional.
Presiden Apresiasi Dialog Terbuka
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh Gerakan Nurani Bangsa. Menurutnya, pertemuan seperti ini penting untuk mendengar masukan langsung dari berbagai elemen masyarakat.
“Kami sangat menghargai perhatian dan komitmen para tokoh yang hadir hari ini. Dialog seperti ini adalah cara terbaik untuk membangun saling pengertian dan memastikan setiap kebijakan pemerintah berpihak pada rakyat,” ujar Prabowo.
Bahas Isu-Isu Strategis dan Harapan Bangsa
Diskusi yang berlangsung berlangsung hangat dan penuh gagasan. Isu-isu strategis nasional menjadi topik utama, mulai dari penguatan demokrasi, penegakan hukum, toleransi antarumat beragama, hingga pemerataan pembangunan.
Para tokoh juga menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnya keadilan sosial, nilai kemanusiaan, serta pendidikan karakter bagi generasi muda. Beberapa masukan diarahkan pada upaya menjaga Indonesia tetap inklusif dan damai di tengah dinamika politik dan globalisasi.
Pemerintah Siap Buka Ruang Kolaborasi
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka bekerja sama dengan semua pihak demi kemajuan bangsa. “Kami ingin Indonesia menjadi rumah bersama yang aman, adil, dan makmur. Untuk itu, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
Pertemuan ini juga menjadi bukti keterbukaan Istana dalam mendengarkan aspirasi dari berbagai kalangan. Para tokoh yang hadir menyambut baik sikap tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai demokrasi dan persatuan nasional.
Menteri Kabinet Merah Putih Ikut Mendampingi
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih yang ikut menyimak langsung setiap masukan.
Komitmen Bersama untuk Indonesia Damai
Pertemuan di Istana Merdeka ini ditutup dengan seruan bersama untuk terus menjaga persaudaraan, merawat kebinekaan, dan memastikan demokrasi Indonesia tumbuh sehat. Dengan semangat kebersamaan, pemerintah dan para tokoh berharap Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan sejahtera.
















